Mengembangkan Lagi Usaha Yang Sudah Hampir Bangkrut

Sudah melakukan segalam macam upaya dan usaha, tetapi hasil penjualan mesih begitu-begitu saja bahkan cenderung semakin menurun..?? Produk tidak laku jual dan menumpuk di gudang..?? Margin keuntungan menjadi sangat kecil bahkan bisa jadi minus..?? berikut ini adalah 5 Tips Mengembalikan Lagi Usaha Yang Sudah Hampir Bangkrut :


  1. Berfikir di Luar nalar
    Sering mendengar istilah Think Out Of The Box atau berfikir di luar kotak.? Banyak para pakar mensisati usahanya agar terus berkembang dengan menggunakan istilah ini, tetapi terkadang hanya mengandalkan itu saja kurang cukup. Berfikir di luar nalar bukan hanya kreatif, tapi juga nyeleneh, di luar kelaziman, tetapi tetap powerful.

    Mulailah mengembangkan usaha Anda kembali dengan ide-ide gila, ide-ide seperti ini biasanya tidak akan terfikirkan oleh kita apabila usaha kita sedang berkembang. Tetapi disaat-saat kritis ide-ide gila inilah yang membuat usaha kita menjadi kembali bergairah. Sesuatu yang dianggap kurang bagus oleh orang lain bisa kita jadikan ide kreatif yan tidak ada duanya.
  2. Gunakan Jalur Promosi Yang Baik
    Banyak cara untuk mempromosikan produk kita. Contohnya dengan memasang iklan di media online, tetapi kalian juga harus paham dimana market kalian, jika kalian masih bergerak di market lokal sebaiknya jangan menggunakan media online yang notabenenya di akses oleh orang-orang dari luar daerah. mempromosikan produk bisa menggunakan cara-cara lawas seperti lewat SMS, BBM, WhatsApp, WeChat, dll. Dengan begitu kalian bisa memantau kemana iklan kalian akan menyebar.

    Cara lainnya adalah dengan memasang iklan di surat kabar (baik nasional meupun lokal), tetapi hal ini memiliki beberapa kelemahan. Ada rekomendasi dari saya yaitu, menggunakan Jasa Pemasangan Iklan di Tabloid Lokal (untuk sekarang masih menjangkau wilayah Banten, tetapi tidak menutup kemungkinan nantinya akan melayani seluruh wilayah Indonesia).
  3. Bersabar Menunggu Masa
    Terkadang produk yang kurang laku bukan berarti produk tersebut buruk atau tidak diterima oleh pasar. Bisa jadi produk tersebut terlampau maju di masanya. atau, terlalu banyak inovasi sehingga customer pembeli dan penikmatnya belum familiar, yang menjadikan kontraproduktif.
  4. Ubah Sudut Pandang
    Ketika kita sudah susah payah mengembangkan bisnis, sudah berfikir di luar nalar, sudah menggunakan semua jalur promosi, sudah sabar menunggu masa, tetapi setelah sekian lama menunggu produk kita masih belum juga laku. Perhatika contoh dibawah ini.

    Sebuah toko pakaian (sumber menginginkan identitasnya di rahasiakan)  jadi yang kini sudah sukses dengan toko pakaian jadinya dan telah membuka banyak cabang di hampir seluruh wilayah ndonesia, mengungkapkan bahwa dia dahulunya adalah seorang produusen pakaian jadi. Dia telah bernovasi sedemikian rupa sehingga menurutnya produknya bakal laris di pasaran, benar saja pada awalnya produknya laku di pasaran meski tidak seperti yang di harapkan. Tetapi karena perkembangan trend dan mode yang terus berganti, banyak produk-produknya yang mulai tidak laku dan menumpuk di gudang. Akhirnya karena dirasa usahanya sudah tidak lagi menggairahkan, dengan sangat terpaksa ia melego produknya dengan harga yang sangat murah guna menutupi sedikit kerugiannya. Alhasil orang-orang datang menyerbu tokonya, untuk memborong produknya.
    Beliau melihat peluang lain, ketika dia memproduksi sendiri barangnya, dia kurang beruntung. Dicobalah peruntungan lain dengan menjual brand produsen lain (yang mungkin dahulu adalah saingan-saingannya) yang menawarkan harga murah tetapi tetap berkualitas baik. Sekarang toko pakaian jadinya dan seluruh cabangnya tidak pernah sei pengunjung.

    Contoh lainnya yang sama dengan contoh pertama datang dari sebuah pabrik pembuatan pulpen di tangerang. Pada awalnya pabrik tersebut memproduksi pulpen dengan merk XXX dan memperkerjakan hampir 10.000 orang. Karena serbuan pulpen murah dari china, pulpen buatan pabrik tersebut mulai ditinggalkan customer. Karena hal ini, pemilik pabrik, mulai mengubah sudut pandangnya. hampir semua karyawannya diberhentikan, kemudia ia beralih dari tadinya memproduksi pulpen menjadi importin pulpen dari cina, dengan hanya memperkerjakan tak kurang dari 200 orang.
  5. Siapkan kata kunci : Diskon, Hadiah, Bonus, bahkan Gratis
    Menurut sebuah study yang dilakuka oleh Duke University dibidang Psikologi di Amerika Serikat, ada kata-kata ajaib yang bisa menggerakkan emosi orang. Salah satunya adalah kata "free" atau "Gratis". Pengembangan dari kata ini diantaranya adalah Hadiah, Bonus, Diskon, Obral, dan sejenisnya. Intinya, orang akan cenderung segera melakukan pembelian, sebagiannya dipengaruhi oleh kata-kata tersebut. Maka, jangan heran jika meski tanggal tua pengunjung mal tetap ramai karena ada kata-kata tersebut. Apalagi adanya iklan di media massa yang gencar.

Dari ke-5 Tips tersebut, yang paling utama untuk selalu mengembangkan sebuah usaha / bisnis adalah : Selalu jaga kualitas, tingkatkan pelayanan, dan jangan pernah putus asa. Bisa jadi barang yang belum laku hari ini bisa jadi barang yang sangat dicari-cari di masa yang akan datang. Semoga artikel Mengembangkan Lagi Usaha Yang Sudah Hampir Bangkrut ini bisa bermanfaat bagi kalian. Terimakasih atas kunjungannya silahkan baca artikel-artikel saya selanjutnya.


Artikel Terkait