Tata Cara Menerbitkan Buku Melalui Seff Publishing - Self Publishing Lokal Terbaik

Self Publishing atau mempublikasikan (menerbitkan) sendiri adalah sebuah cara lain untuk menerbitkan sebuah karya tulis menjadi sebuah buku yang utuh tanpa harus melalui penerbit mayor. Self publishing belakangan ini menjadi sangat trend di kalangan penulis (baik penulis pemula maupun profesional) karena dengan menggunakan self publishing mereka lebih cepat mengontrol karya mereka. Apa saja kelebihan self publishing di bandingkan dengan menerbitan buku melalui penerbit mayor..??

Menurut "Ari kinoysan wulandari" setidaknya ada 10 alasan naskah (yang umumnya) diterima oleh penerbit mayor :
  1. Sesuai dengan orientasi penerbit
  2. Segmentasi naskah luas dan jelas
  3. Menyajikan hal baru
  4. Sesuai standar penerbit
  5. Sedang trend
  6. Penulisan rapi, bagus, lengkap
  7. Naskah punya kekuatan khas
  8. Public figure
  9. Bisa diproduksi
  10. Penulisnya keren

Selain itu ada 10 kesalahan yang paling sering dilakukan oleh penulis pemula sehingga hasil karyanya bisa ditolak oleh penerbit, yaitu :
  1. Penulisan berantakan, bahasa alay, salah ketik
  2. Cerita sudah biasa
  3. Alur lamban
  4. Datar, tidak ada greget
  5. Tidak memperhatikan perubahan zaman
  6. Sok gaul/sok puitis tapi salah
  7. Memasukkan banyak hal di luar permasalahan utama
  8. Tidak jelas perbedaan karakter
  9. Dialog tidak natural, semua tokoh ngomongnya sama
  10. Tidak memeriksa fakta. Fiksi pun janggal tanpa fakta yang benar. 

Mengingat 20 hal penting tersebut saya menyarankan kepada kalian (khususnya penulis pemula) untuk menerbitkan buku kalian lewat self publishing, mengapa..??

Karena ini adalah self publishing atau menerbitkan sendiri jadi Anda yang bertugas sebagai penulis dan penerbitnya sekaligus, maka :
  1. Semua urusan yang berhubungan dengan penerbitan buku pun menjadi tanggung jawab Anda; Editing, desain buku, pembuatan cover, pengurusan ISBN, mencetak buku, mendistribusikan buku, mempromosikan buku, dan sebagainya, semuanya Anda yang menangani. Walau dalam prakteknya hal-hal tersebut dikerjakan oleh orang lain (atas perintah Anda), yang jelas Andalah koordinator atau “pemimpin proyeknya”.

  2. Semua biaya yang berhubungan dengan penerbitan buku pun menjadi tanggung jawab Anda. Dengan kata lain, Anda harus menyediakan modal uang untuk membiaya penerbitan buku Anda.

Kelebihan dan kekurangan menerbitkan buku dengan cara self publishing menurut Jonru adalah :

Kelebihan Self Publishing :
  1. Bebas dari penolakan naskah. Anda adalah penulis sekaligus penerbit. Anda bebas menerbitkan buku apa saja semau-mau Anda, dengan cara apapun yang Anda kehendaki, sebebas apapun yang Anda inginkan.

  2. Bebas antri. Karena Anda sendiri yang mengurus semuanya, maka lama tidaknya proses penerbitan buku tergantung dari usaha Anda sendiri. Mau cepat atau lama, semua tergantung Anda. Kalau Anda mencetak di percetakan tertentu dan ternyata kerja mereka lama, maka Anda bisa dengan mudah pindah ke percetakan lain.

  3. Hasilnya bisa 100% sesuai keinginan Anda. Namanya juga self publishing. Semuanya terserah Anda. Anda bebas untuk membuat konsep, format dan bentuk buku yang benar-benar sesuai keinginan Anda.

  4. Penghasilan lebih besar. Karena Anda sendiri yang jadi penerbitnya, maka tak ada istilah royalti. Yang ada adalah profit dari hasil penjualan buku. Sama seperti pabrik tempe yang mendapatkan profit dari hasil pembuatan dan penjualan tempe. Jumlah profit ini tentu saja jauh lebih besar ketimbang jumlah royalti dari penerbit.
Kelemahan Self Publishing :
  1. Serba repot. Karena semua urusan harus ditangani sendiri, maka tentu saja Anda harus siap untuk serba repot. Bahkan, Anda juga diharapkan sudah paham seluk-beluk dunia penerbitan buku. Bila belum, maka Anda mungkin akan banyak menemukan kendala yang mengganggu – bahkan kebingungan dan stress – dalam proses penerbitannya.

  2. Harus punya modal. Dari seluruh komponen biaya penerbitan buku, biaya cetak termasuk yang jumlahnya paling banyak, yakni sekitar 90 persen. Besarnya biaya cetak tentu tergantung banyak hal. Tapi sebagai gambaran umum, Anda mungkin harus menyediakan dana sekitar Rp 2 juta hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Kalau Anda tak bermodal, tentu hal ini akan jadi masalah tersendiri.

  3. Quality Control sering tak terjaga. Karena si penulis bebas menerbitkan buku apa saja semau-mau dia, semua terserah dia, maka kualitas sering jadi masalah tersendiri. Banyak buku self publishing yang sangat payah dari segi kualitas. Bahkan karena si penulisnya kurang paham ilmu marketing dan promosi, penjualan bukunya pun jeblok di pasaran. Kebanyakan penulis yang menempuh cara self publishing hanya berpikir “yang penting buku saya terbit”. Ini adalah fenomena yang sangat memprihatinkan pada dunia self publishing.
Baca artikel lengkapnya "Tiga Cara Menerbitkan Buku".

Bagaimana..?? Apakah kalian tertarik untuk menerbitkan buku dengan cara Self Publishing ini..??? Saya punya rekomendasi Self Publishing yang bagus, yaitu yang dibawah penanganan Om Jonru juga yaitu : Dapur Buku - Cara baru menerbitkan buku bebas penolakan.

Mengapa harus DapurBuku.com ?

Salah satu keunikan Dapur Buku adalah pada Paket Bedah Karya. Ini adalah paket penerbitan di mana naskah Anda – sebelum terbit – akan dikomentari dan diberi saran revisi oleh mentor berpengalaman. Jadi ketika terbit, diharapkan buku Anda sudah memiliki kualitas dan nilai jual yang setara dengan buku-buku dari penerbit ternama.

Bagaimana..???

Apabila kalian mau menerbitkan buku di DapurBuku.com silahkan kalian ikuti Panduan di URL ini : http://www.dapurbuku.com/tatacara
Kalian juga bisa membaca informasi lainnya (yang lebih lengkap tentunya) silahkan buka alamat url ini : http://www.dapurbuku.com
Silahkan kalian pilih buku-buku yang bagus hasil terbitan dapur buku yang ditulis oleh rekan-rekan kita lainnya : http://www.dapurbuku.com/category/buku

Hargailah karya orang lain maka karya kita akan di hargai orang lain.
Hargailah karya kita sendiri maka orang lain pun akan menghargai karya kita.

Saya triple zet - selamat berkarya.
terimakasih

 

Artikel Terkait